Banjarmasin, Jika biasanya kue kering paling diburu saat lebaran tiba. Berbeda di lebaran tahun ini, nastar dan kue kering sejenisnya malah sepi dari pembeli.
Salah seorang penjual kue kering di Pasar Sudimampir Banjarmasin, Siti Zulaika mengaku penjualan kue kering mengalami penurunan jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
"Kalau sudah mendekati hari raya kue kering seperti nastar dan putri salju ini biasanya sudah ramai. Tapi ini tidak, beda sekali dengan tahun lalu," ungkap Zulaika kepada jurnalis babuncu4news.com saat berbincang-bincang.
Menurutnya, penyebab menurunnya penjualan kue kering karena sekarang banyak orang yang membeli secara online.
Selain itu, pemicu lain menurun drastisnya penjualan kue kering karena sudah banyak orang yang inisiatif membuat sendiri di rumah.
"Jadi berdampak juga dengan penjualan kue kering seperti kami," ujarnya.
Namun untuk beberapa jenis makanan ringan seperti emping manis pedas dan sumpia isi abon penjualan meningkat drastis.
Bahkan peningkatan penjualan kedua jenis makanan ringan itu sudah dirasakan dua pekan menjelang lebaran.
"Peningkatannya sudah mencapai 50 persen untuk penjualan beberapa jenis makanan ringan yang kita jual," katanya.
Untuk harga sendiri, emping manis pedas sudah mencapai Rp. 110 ribu per kilogramnya dan sumpia abon diharga Rp.100 ribu per kilogram.
"Sekarang harga sudah naik. Sebelumnya itu masih dapat Rp. 90 per kilogramnya dan itu sudah naik dari agennya. Jadi kita jual naik juga," terangnya.
Sementara buah kurma yang ia jual, terus menurun penjualannya seiring mendekati lebaran karena memang buah berasal dari Arab ini banyak dikonsumsi saat bulan ramadhan untuk berbuka puasa.
"Kalau buah kurma ini sebaliknya, saat memasuki ramadhan rame sekali yang beli. Tapi seiring waktu mendekati lebaran penjualan malah menurun," akhirnya.
Hamdiah
Tags:
Banjarmasin