Trending

Sebelum Jadi Korban Pembunuhan, Juwita Juga Korban Kekerasan Seksual Jumran Anggota TNI AL

Banjarbaru - Sebelum meninggal terbunuh, ternyata sosok Juwita yang merupakan wartawati media online sempat menjadi korban kekerasan seksual yang dilakukan tersangka Jumran.

Hal itu terungkap melalui keterangan pihak keluarga Juwita yang membeberkan awal mula hubungan keduanya yang berakhir dengan bertunangan.

Melalui Kuasa Hukumnya, Muhammad Pazri menjelaskan korban dan tersangka yang merupakan anggota TNI AL itu berkenalan dan berkomunikasi di media sosial pada bulan September 2024 lalu hingga berakhir saling tukar nomor.

Setelah mengenal beberapa bulan, tersangka meminta tolong korban untuk memesan kamar hotel dengan alasan kecapean latihan MMA di Kota Banjarbaru dan ingin istirahat. 

"Setelah sampai di hotel korban dan pelaku masuk kamar hotel lalu kamar dikunci. Ternyata korban didorong langsung ke dalam kamar lalu dipiting," tutur Pazri usai mendampingi keluarga korban melengkapi Berita Acara Pemeriksaan (BAP) di Denpom AL (Pomal) Banjarmasin, Rabu (3/4/2025) kemarin.

Selanjutnya, korban dipaksa melepas baju di badannya hingga telanjang lalu diruda paksa oleh tersangka Jumran.

Tak sampai disitu, tersangka juga tega merekam dan memoto aksi bejatnya terhadap Juwita dengan kondisi tak bisa melawan.

"Kejadian itu di bulan Desember. Di bulan Januari korban baru berani bercerita dengan kakak iparnya itupun semula ditanyai terlebih dahulu," terangnya.

Pasalnya, pasca kejadian itu. Juwita yang merupakan sosok periang berubah murung dan terlihat sangat stres serta depresi hingga membuat kakak iparnya curiga.

Namun setelah menceritakan atas apa yang menimpanya, keluarganya pun langsung menghubungi tersangka.

"Ternyata pelaku datang ke rumah di tanggal 27, lalu pada saat datang tidak banyak bicara karena ada itikat baik untuk bertanggung jawab dan berjanji akan datang membawa keluarganya dengan maksud ingin melamar Juwita," terangnya.

Namun tepat di hari itu, tersangka tidak berhadir hanya orang tua yang datang untuk melakukan proses lamaran dengan memberikan cincin.

Selain tidak berhadir, tersangka juga tak memberi tahu Juwita soal kepindahan tugasnya ke Balikpapan.

"Sempat tidak ada komunikasi, tapi kakak kandung menghubungi menanyakan soal rekaman video itu dan terakhir tangal 17 itu komunikasi dengan tersangka," ujarnya.

Tentu awalnya keluarga korban tak menyangka akan berakhir dengan pembunuhan terhadap Juwita. Dimana awalnya keluarga korban sempat menghargai itikad baik tersangka yang ingin bertanggung jawab menikahi Juwita.

"Pihak keluarga tak menyangka akhirnya seperti ini, pembunuhan berencana terhadap Juwita," tutupnya.

Hamdiah
Lebih baru Lebih lama